Halaman

Sabtu, 10 Desember 2011

Penentuan Kadar AST dan ALT


LAPORAN PRAKTIKUM
KIMIA KLINIK

PENENTUAN KADAR AST DAN ALT
(METODE KINETIK)

No. Praktikum             : IV
Nama                           : Dichy Nuryadin Zain
NIM                            : 31108053
Tanggal                       : 5 Oktober 2011

A.    Tujuan
1.      Melakukan pemeriksaan fungsi hati melalui pemeriksaan AST dan ALT
2.      Mengintrepresentasikan hasil laboratorium yang diperoleh

B.     Alat dan Bahan
Ø       Alat
1.      Spektrofotometer
2.      Clinipette
3.      Tabung reaksi
4.      Rak tabung reaksi
5.      Pipet tetes
6.      Tissue
Ø       Bahan
1.      Serum/Plasma
2.      Reagen Kit AST (Spinreact)

C.    Hasil Pengamatan & Pembahasan
Pada praktikum kimia klinik pertemuan keempat adalah menentukan kadar AST dan ALT pada darah. Hal ini dilakukan agar mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan fungsi hati melalui pemeriksaan AST dan ALT kemudian mahasiswa dapat menginterprestasikan hasil laboratorium yang diperoleh.
Enzim merupakan senyawa protein yang dapat mengatalisi reaksi-reaksi kimia dalam sel dan jaringan makhluk hidup. Enzim merupakan biokatalisator artinya senyawa organik yang mempercepat reaksi kimia. Cara kerja enzim dalam mengkatalisis reaksi kimia substansi lain tidak merubah atau merusak reaksi ini.Semua proses biologis sel memerlukan enzim agar dapat berlangsung dengan cukup cepat dalam suatu arah lintasan metabolisme yang ditentukan oleh hormon sebagai promoter. Maka dari itu, praktikan ingin mengetahui seberapa banyakkah nilai AST dan ALT yang terkandung  di dalam darah manusia, yakni dengan cara pemeriksaan penentuan kadar AST dan ALT pada sampel darah tertentu.
Sebelum memulai praktikum terlebih dahulu kami mempersiapkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam pemeriksaan penentuan kadar AST dan ALT diantaranya yaitu, sampel serum/darah dan pereaksi kit AST. Adapun sampel darah yang akan digunakan disimpan di dalam tabung darah khusus. Dalam pelaksanaannya harus dengan hati-hati agar darah tidak terkontaminasi oleh zat lain, sehingga tidak akan mengganggu dalam hal pemeriksaan. Darah yang digunakan berasal berasal dari salah satu mahsiswa Farmasi STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya. Pengambilan darah dilakukan pada hari dimana pemeriksaan AST dilakukan. Perlakuan ini dilakukan agar darah yang digunakan masih dalam keadaan segar. Darah diambil sebnyak 3 ml, yang kemudian dimasukkan kedalam tabung khusus untuk kemudian dilakukan proses pengendapan serum darah dengan cara disentrifuse selama 10 menit untuk memisahkan darah dengan plasma darah. Hasilnya plasma darah terletak di lapisan bagian atas dengan ciri khas warna kekuningan sedangkan lapisan bawah merupakan hasil pengendapan darah berwana merah bata.
Selanjutnya kemudian dilakukan proses perlakuan pada larutan pereaksi. Pereaksi yang digunakan adlah pereaksi khusus yang biasa digunakan di dalam pemeriksaan kadar AST dan ALT. Ada bermacam pereaksi yang bias digunakan, namun yang kami gunakan dalam pemeriksaan kali ini yang menggunakan pereaksi dari merek pabrikan Spinreact. Sebanyak 1 ml larutan pereaksi dimasukkan ke dalam tabung reaksi dengan menggunakan clinipette yang selanjutnya dilakukan proses inkubasi selam 1 menit.

Setelah dilakukan proses inkubasi maka selanjutnya dilakukan perlakuan pada sampel yakni dengan cara menambahkan sampel ke dalam tabung reaski yang sudah berisikan larutan pereaksi sebesar 1 ml atau 100 µl. Pemeriksaan sampel kemudian dilanjut dengan menggunakan instrument pembaca absorban atau lebih kita ketahui dengan nama Spektrofotometer. Proses ini dilakukan dengan selang waktu 1 menit dan dilakukan sebanyak triplo atau sebanyak tiga kali. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan waktu selisih perubahan absorban tiap menitnya. Adapun hasil absorban pemeriksaan sampel tersebut yakni untuk menit pertama di dapat nilai absorban sebesar 0,353; selanjutnya 0,356 dan terakhir adalah sebesar 0,357 pada panjang gelombang (λ) sebesar 340,0 nm.
Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap sampel, tahapan selanjutnya yakni dengan melakukan perhitungan nilai aktivitas AST. Hal ini dilakukan agar nilai kadar AST dalam sampel dapat diketahui. Perhitungan nilai konsentrasi kolesterol dapat dilakukan dengan menggunakan rumus, yakni :
Aktivitas AST (IU/L) = Abs. Test/menit x Faktor

ket: Nilai faktor sebesar 1750

D.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan data yang ada maka dapat disimpulkan bahwa sampel serum/darah dengan no.8 mempunyai nilai aktivitas AST (IU/L) sebesar 621,83. Sedangkan untuk nilai faktor pada suhu 25oC setelah dikalikan dengan nilai satuan 1,00 adalah 621,83 U/L of ALT.

Daftar Pustaka
Wikipedia. (2011). Enzim. [Online]. Tersedia :
http://id.wikipedia.org/wiki/Enzim.html. [7 Oktober 2011].

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar